Loading...
Please wait, while we are loading the content...
Similar Documents
Berdasarkan kenyataaan sosial, manusia adalah jenis makhluk yang saling memerlukan untuk mencukupi segala kebutuhannya. Karena itu, antara satu sama lain saling membutuhkan untuk mendapatkan kebutuhan hidup, yang mendorong mereka berkumpul di suatu tempat agar saling tolong-menolong dan memberi. Pro
| Content Provider | Semantic Scholar |
|---|---|
| Author | Tabiat, Akhirnya Menjadi Negara. |
| Copyright Year | 2018 |
| Abstract | Abstrak Berbagai tema pembahasan terkait politik Islam khususnya politik kenegaraannya telah ramai dibahas oleh para pakar pada masa pra modern. Berbagai persoalan semisal proses terbentuknya negara, tata cara pemilihan kepala negara, syaratsyarat kepala negara, impeachment, pemberhentian kepala negara, bentuk pemerintahan, dan tema lainnya telah berhasil dibahas dan mengantarkan berbagai teori politik yang mempengaruhi pemikiran serupa di zaman modern sekarang. Ada banyak pendekatan dan perspektif yang dipakai untuk merumuskan gagasan-gagaan mereka. Melihat kepada corak pemikiran yang dikembangkan, alBaqilani, al-Mawardi dan Ibnu Khaldun misalnya, mereka memandang sumber kekuasaan itu berasal dari kontrak sosial. Artinya sumber kekuasaan berasal dari masyarakat. Sementara Ibnu Abi Rabi lebih dekat ditarik kepada teori ketuhanan. Teori politik ketuhanan ini bisa dipakai untuk melihat pemikiran al-Ghazali, yang secara implisit mengatakan bahwa kepala negara itu muqaddas. Kata Kunci: pemikiran politik Islam, pra modern |
| File Format | PDF HTM / HTML |
| Alternate Webpage(s) | http://ejournal.iaingawi.ac.id/index.php/almabsut/article/download/318/155 |
| Language | English |
| Access Restriction | Open |
| Content Type | Text |
| Resource Type | Article |