Loading...
Please wait, while we are loading the content...
Similar Documents
Abstrak: Beberapa penelitian etnomedika yang tercatat dalam dokumen kuno dari beberapa wilayah Indonesia menunjukkan adanya beberapa jenis tumbuhan yang dapat digunakan sebagai obat untuk menyembuhkan berbagai penyakit, maupun dapat diterapkan pada benda yang mengalami permasalahan akibat aktivitas
| Content Provider | Semantic Scholar |
|---|---|
| Author | Sri Atun |
| Copyright Year | 2015 |
| Abstract | Some ethno-medical studies, which have been written in ancient documents from several regions in Indonesia, shows that there are several types of plant used as medicines to cure diseases as well as to be applied in an object that has problem with organism’s growth. The bioactive compound could be used as anti-bacteria, anti-fungi, anti-insect, etc. Nevertheless, continuous study is needed to investigate the type of its bioactive compound. Thus, the plant could be developed and preserved. In identifying the active compound from a plant, isolation is needed to article discuss about isolation methodology and determination on the structure of natural compound. bahan bangunan maupun yang lainnya. Sebagian informasi tersebut ada yang tercatat dalam dokumen kuno yang berasal dari beberapa wilayah Indonesia, namun ada juga yang hanya sebagai cerita dari mulut ke mulut. Namun demikian, agar tumbuhan tersebut dapat dikembangkan dan dilestarikan perlu dilakukan penelitian yang berkelanjutan, sehingga dapat diketahui jenis senyawa bioaktifnya serta khasiatnya untuk mengobati penyakit-penyakit tersebut maupun sebagai bahan pengawet kayu maupun yang lainnya [2-4]. Penerapan bahan aktif dari tumbuhan tidak terbatas pada pengobatan terhadap penyakit manusia. Khasiat bioaktif tersebut selain sebagai obat pada penyakit manusia juga dapat diterapkan pada benda yang mengalami permasalahan akibat aktivitas suatu organisme. Senyawa bioaktif dapat berkhasiat sebagai anti bakteri, anti jamur, anti serangga dan lainlain. Salah satu material yang terancam pelapukan akibat aktivitas organisme adalah benda-benda cagar budaya. Cagar budaya merupakan tinggalan budaya yang memiliki nilai penting sehingga perlu untuk Pendahuluan Indonesia termasuk salah satu negara “megadiversity” yang kaya keanekaragaman hayati. Di dunia terdapat kurang lebih 250.000 jenis tumbuhan tinggi, dan lebih dari 60 % dari jumlah ini merupakan tumbuhan tropika. Diperkirakan sekitar 30.000 tumbuhan ditemukan di dalam hutan hujan tropika, dan sekitar 1.260 spesies di antaranya diketahui berkhasiat sebagai obat. Namun, baru sekitar 180 spesies yang telah digunakan untuk berbagai keperluan industri obat dan jamu, dan baru beberapa spesies saja yang telah dibudidayakan secara intensif [1]. Keanekaragaman hayati Indonesia tersebut terutama tersebar di setiap pulau besar, seperti Kalimantan, Papua, Sumatra dan Jawa. Di samping itu terdapat organisme lain seperti jamur maupun mikroba yang belum banyak tersentuh oleh peneliti. Keanekaragaman hayati tersebut merupakan sumber biomolekul senyawa-senyawa organik yang tidak terbatas jumlahnya [1]. Sejak dahulu kala, nenek moyang kita telah mengetahui sifat-sifat yang berguna dari berbagai jenis tumbuhan untuk mengobati penyakit, pembunuh jamur maupun pengawet kayu sebagai |
| File Format | PDF HTM / HTML |
| Alternate Webpage(s) | http://borobudur.kemdikbud.go.id/index.php/jurnalkonservasicagarbudaya/article/download/132/112 |
| Language | English |
| Access Restriction | Open |
| Content Type | Text |
| Resource Type | Article |