Loading...
Please wait, while we are loading the content...
Similar Documents
Hubungan Antara Efikasi Diri Dan Dukungan Sosial Dengan Kecemasan Terhadap Pemutusan Hubungan Kerja (phk)
| Content Provider | Semantic Scholar |
|---|---|
| Author | Ariyanto, Irwan |
| Copyright Year | 2009 |
| Abstract | Perusahaan seringkali menerapkan suatu kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak sehingga sangat merugikan karyawan dan membawa akibat yang negatif pada kondisi psikologis karyawan oleh misalnya, adanya perasaan cemas pada diri karyawan jika sewaktu-waktu ia mengalami PHK. Banyak faktor yang mempengaruhi kecemasan terhadap pemutusan hubungan kerja, diantaranya yaitu faktor internal efikasi diri dan faktor eksternal dukungan sosial. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dan dukungan sosial dengan kecemasan terhadap pemutusan hubungan kerja. Hipotesis yang diajukan yaitu: 1) Ada hubungan antara efikasi diri dan dukungan sosial dengan kecemasan terhadap pemutusan hubungan kerja; 2) Ada hubungan negatif antara efikasi diri dengan kecemasan terhadap pemutusan hubungan kerja; 3) Ada hubungan negatif antara dukungan sosial dengan kecemasan terhadap pemutusan hubungan kerja. Subjek penelitian adalah karyawan bagian produksi PT. Semarang Autocomp Manufacturing Indonesia yang berjumlah 80 orang Teknik pengambilan sampel menggunakan quota non random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala efikasi diri, dukungan sosial dan skala kecemasan terhadap pemutusan hubungan kerja, sedangkan teknik analisis data menggunakan teknik analisis regresi dua prediktor. Berdasarkan analisis regresi dua prediktor diperoleh nilai korelasi R = 0,786, Fregresi = 62,036; p = 0,000 (p < 0,01). Hasil ini menunjukkan ada hubungan yang sangat signifikan antara efikasi diri dan dukungan sosial dengan kecemasan terhadap pemutusan hubungan kerja. Hasil analisis korelasi rpar-x1y sebesar -0,499 dengan p = 0,000 (p < 0,01), berarti ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara efikasi diri dengan kecemasan terhadap pemutusan hubungan kerja. Hasil analisis korelasi rpar-x2y sebesar -0,396 dengan p = 0,001 (p < 0,01) berarti ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara dukungan sosial dengan kecemasan terhadap pemutusan hubungan kerja. Sumbangan efektif efikasi diri terhadap kecemasan terhadap pemutusan hubungan kerja sebesar 36,100%, sumbangan efektif dukungan sosial terhadap kecemasan terhadap pemutusan hubungan kerja sebesar 25,605%. Kesimpulan penelitian ini menyatakan ada hubungan sangat signifikan antara efikasi diri dan dukungan sosial dengan kecemasan terhadap pemutusan hubungan kerja. Hal ini berarti variabel efikasi diri dan dukungan sosial dapat dijadikan sebagai prediktor (variabel bebas) untuk memprediksikan atau mengukur kecemasan terhadap pemutusan hubungan kerja |
| File Format | PDF HTM / HTML |
| Alternate Webpage(s) | http://eprints.ums.ac.id/3629/1/F100030220.pdf |
| Language | English |
| Access Restriction | Open |
| Content Type | Text |
| Resource Type | Article |