Loading...
Please wait, while we are loading the content...
Peningkatan kadar amoniak dan bahan organik pada media budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik pengoksidasi amoniak dan bahan organik terhadap laju sintasa
| Content Provider | Semantic Scholar |
|---|---|
| Author | Yudiati, Ervia Arifin, Zaenal E. Riniatsih, Dan Ita |
| Abstract | Peningkatan kadar amoniak dan bahan organik pada media budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik pengoksidasi amoniak dan bahan organik terhadap laju sintasan hidup dan pertumbuhan tokolan udang vaname, populasi bakteri vibrio serta kandungan amoniak dan bahan organic media budidaya. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental laboratories dengan empat perlakuan yaitu perlakuan pemberian 1 ppm probiotik A (Nitrosomonas eutorpha MPN-8.2, dan Nitrobacter winogradskyi MPN-2), pemberian 0,1 ppm probiotik B (Paracoccus pantotrophus SB 3056 1,5x109cfu/g dan Bacillus megaterium SB 3112 2,5x109cfu/g), pemberian campuran probiotik A dan probiotik B dengan dosis masing masing 1 ppm dan 0,1 ppm serta control (tanpa probiotik). Tiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Kandungan amoniak dan bahan organik dalam air diukur pada hari ke 0, 15 dan 30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian probiotik A, B dan campuran probiotik A dan B berpengaruh : meningkatkan sintasan hidup tokolan udang vanamei yaitu berturut-turut (96%+3,05), (96,66+2,08)%, dan (97,33+1,25)% sedangkan kontrol (90,66 +3,30)%. (2) menurunkan populasi bakteri pathogen Vibrio, serta (3)menurunkan kadar amoniak dan bahan organik. produksi udang (Arifin et al, 2007). Amonia pada tambak terutama berasal dari proses amonifikasi bahan organik yang terdapat pada sisa pakan dan ekskresi amoniak secara langsung oleh udang maupun ikan. Menurut Boyd (1990) bahan organik yang berasal dari pakan yang tidak termakan, plankton mati, aplikasi pemupukan dan faeces udang secara berkelanjutan akan terakumulasi di dasar tambak. *) Corresponding author © Ilmu Kelautan, UNDIP ILMU KELAUTAN September 2010. vol. 15 (3) 153-158 |
| File Format | PDF HTM / HTML |
| Alternate Webpage(s) | https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ijms/article/download/1676/1467 |
| Language | English |
| Access Restriction | Open |
| Content Type | Text |
| Resource Type | Article |