Loading...
Please wait, while we are loading the content...
Similar Documents
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Anemia Pada Ibu Hamil Trimester Iii Di Puskesmas Ngampilan Yogyakarta November 2010 - Januari 2011
| Content Provider | Semantic Scholar |
|---|---|
| Author | Sari, Nim. Dewi Kartika Astuti, S. SiT. M. Kes Dhesi Ari |
| Copyright Year | 2011 |
| Abstract | Menurut World Health Organization (WHO), prevalensi anemia terjadi pada 45% wanita di negara berkembang dan 13% di negara maju. Ibu hamil mengalami anemia sekitar 67% di Indonesia, 57,5% di DIY, (23,79%) di Puskesmas Ngampilan Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Ngampilan Yogyakarta bertujuan untuk diketahuinya faktor-faktor yang mempengaruhi anemia ibu hamil trimester III di Puskesmas Ngampilan Yogyakarta November 2010-Januari 2011. Penelitian yang dilakukan dengan menggunakan jenis deskriptif dengan pendekatan waktu one shot model. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester III yang mengalami anemia dan memeriksakan kehamilannya di Puskesmas Ngampilan Yogyakarta. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi anemia pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Ngampilan Yogyakarta November 2010-Januari 2011, data yang diperoleh kemudian dihitung persentasenya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil trimester III yang mengalami anemia ringan dan sedang adalah usia 20-35 tahun yaitu sebanyak 20 orang (90%) dan 9 orang (90%), primipara 13 orang (59%) dan 8 orang (80%), ≥2 tahun yaitu 17 orang (77,2%) dan 6 orang (60%), umur kehamilan 25 – 30 minggu dan 36 – 40 minggu yaitu masing-masing 8 orang (36,36%) untuk anemia ringan. Responden yang mengalami anemia sedang adalah responden yang mempunyai umur kehamilan 25-30 minggu dan 31-35 minggu yaitu masing-masing 2 orang (20%), status gizi baik yaitu sebanyak 8 orang (80) dan 19 orang (86,3%), tingkat pendidikan sedang 12 orang (54,5%) dan 7 orang (70%), ibu rumah tangga yaitu 15 orang (68,2%) dan 8 orang (80%), anemia ringan adalah responden yang sosial ekonomi sedang yaitu sebanyak 13 orang (59%). Responden yang mengalami anemia sedang adalah responden yang sosial ekonomi rendah yaitu 7 orang (70%), responden yang mengalami anemia sedang adalah responden yang mempunyai tingkat pengetahuan sedang yaitu 5 orang (50%) dan responden yang mengalami anemia ringan adalah tingkat pengetahuan tinggi sebanyak 14 orang (63,6%), tidak ada penyakit cacingan dan malaria.Ibu hamil umur kehamilan 36- 40 minggu dan sosial ekonomi rendah harus tetap mencukupi asupan gizinya terutama zat besi. |
| File Format | PDF HTM / HTML |
| Alternate Webpage(s) | http://digilib.unisayogya.ac.id/3624/1/DEWI%20KARTIKA%20SARI_080105179_NASKAH%20PUBLIKASI.pdf |
| Language | English |
| Access Restriction | Open |
| Content Type | Text |
| Resource Type | Article |