Loading...
Please wait, while we are loading the content...
xiii ABSTRAK Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui, menganalisis dan membandingkan kurikulum madrasah antara Indonesia dan Malaysia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif noninteraktif atau juga biasa disebut dengan penelitian analitis. Penelitian ini melakukan pengkajian
| Content Provider | Semantic Scholar |
|---|---|
| Copyright Year | 2018 |
| Abstract | Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui, menganalisis dan membandingkan kurikulum madrasah antara Indonesia dan Malaysia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif noninteraktif atau juga biasa disebut dengan penelitian analitis. Penelitian ini melakukan pengkajian berasaskan analisis isi dokumen. Pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan dan dokumentasi. Dalam penelitian ini analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Caranya data dikumpulkan kemudian dipelajari dan dianalisis (diurai), lalu dilakukan sintesis untuk membandingkan dan memadukan sehingga menghasilkan suatu hasil kajian yang sistematis dan utuh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan madrasah di Indonesia dan Malaysia adalah kombinasi dari pendidikan Islam tradisional dengan pendidikan modern ala Barat. Di Indonesia, sistem pendidikan nasional berasaskan kepada UndangUndang No. 20 Tahun 2003. Adapun di Malaysia, sistem pendidikan nasional berasaskan kepada Akta Pendidikan Tahun 1996. Kurikulum di Indonesia dan Malaysia secara umum memiliki kesamaan, yakni kurikulum yang diajarkan berisi ilmu pengetahuan agama dan ilmu pengetahuan umum. Kurikulum di Indonesia menekankan kepada kompetensi sikap spiritual, sosial, pengetahuan dan keterampilan. Sedangkan kurikulum di Malaysia diuraikan lebih spesifik seperti kompetensi pengetahuan, kemahiran berpikir, kemahiran memimpin, kemahiran dwibahasa, etika dan kerohanian, serta identitas nasional. Kurikulum madrasah di Malaysia terlihat lebih mengutamakan terwujudnya generasi muda yang mahir dalam urusan agama dan juga urusan dunia, dengan diimplementasikan kurikulum kebangsaan bersamaan dengan kurikulum Bersepadu Dini dan atau Bersepadu Tahfiz serta adanya pendekatan pembelajaran KBAT (Kemahiran Berfikir Aras Tinggi) dan pendekatan nilai STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics). Dari segi metode pembelajaran, Malaysia secara terperinci menguraikan metode pembelajaran pada buku penjelasan kurikulum, yang mana terlihat lebih bervariasi dan sesuai dengan perkembangan zaman. Namun begitu, madrasah di Indonesia dalam proses kegiatan inti pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013 menekankan aspek mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi dan mengkomunikasikan (5M), sehingga pelajar memiliki kemampuan berpikir reflektif bagi penyelesaian masalah sosial yang dihadapi dalam masyarakat. Adapun evaluasi pembelajaran antara Indonesia dan Malaysia sama-sama mengutamakan adanya penilaian yang holistik ataupun penilaian menyeluruh dari aspek kognitif, afektif dan keterampilan. |
| File Format | PDF HTM / HTML |
| Alternate Webpage(s) | http://repository.umy.ac.id/bitstream/handle/123456789/17408/4)%20ABSTRAK.pdf?isAllowed=y&sequence=4 |
| Language | English |
| Access Restriction | Open |
| Content Type | Text |
| Resource Type | Article |