Loading...
Please wait, while we are loading the content...
1.1 LATAR BELAKANG Indonesia merupakan negara agraris dimana pertanian masih menjadi pilar penting kehidupan dan perekonomian penduduknya, bukan hanya untuk menyediakan kebutuhan pangan penduduknya yang cukup besar namun juga
| Content Provider | Semantic Scholar |
|---|---|
| Author | Kebutuhan, Karena Nutrisi Dan Berbeda, Asam Dan Metana |
| Copyright Year | 2015 |
| Abstract | Indonesia merupakan negara agraris dimana pertanian masih menjadi pilar penting kehidupan dan perekonomian penduduknya, bukan hanya untuk menyediakan kebutuhan pangan penduduknya yang cukup besar namun juga mendominasi kegiatan ekspor negara [1]. Kelapa sawit adalah produk pertanian paling sukses kedua di Indonesia setelah padi, dan merupakan ekspor pertanian terbesar [2]. Di sisi input, pabrik pengolahan kelapa sawit menggunakan sejumlah besar air dan energi dalam proses produksi. Sedangkan di sisi output, proses manufaktur akan menghasilkan sejumlah besar limbah padat, limbah cair dan polusi udara. Limbah cair pada pabrik pengolahan kelapa sawit dihasilkan dari ekstraksi minyak sawit pada proses di dekanter, dikombinasikan dengan limbah dari air pendingin dan sterilizer yang disebut sebagai Palm Oil Mill Effluent (POME) atau Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (LCPKS) [3]. LCPKS mentah mengandung 0,60,7% minyak residu dan 2-4% padatan tersuspensi, terutama dari bagian mesocarp buah, berupa suspensi koloid berwarna kecoklatan dan ditandai dengan nilai Chemical Oxygen Demand (COD) sebesar 50.000 mg/l, Biological Oxygen Demand (BOD) sebesar 25.000 mg/l dan 4-5% total padatan [4, 5]. Limbah yang masih mengandung senyawa organik dapat dimanfaatkan untuk menjadi energi. LCPKS mengadung senyawa organik, sehingga berpotensi untuk dikonversikan dalam bentuk energi. Salah satu pemanfaatan LCPKS adalah dapat dikonversikan menjadi biogas. Biogas merupakan produk yang diperoleh dari proses digestasi anaerobik, yaitu proses penguraian dari substrat-substrat organik tanpa kehadiran oksigen, melalui aktivitas mikroorganisme, berupa campuran metana (50-75%), karbon dioksida (30-40%) dan sedikit komponen-komponen lain seperti hidrogen, hidrogen sulfida, siloksan dan lain-lain. Biogas merupakan sumber energi yang dapat diperbaharui (renewable) sehingga tidak perlu ada kekhawatiran akan |
| File Format | PDF HTM / HTML |
| Alternate Webpage(s) | http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/51464/Chapter%20I.pdf?isAllowed=y&sequence=5 |
| Language | English |
| Access Restriction | Open |
| Content Type | Text |
| Resource Type | Article |